Tadarus Berantai

Tadarus berantai artinya baca Al Quran secara bergantian dengan target khatam / selesai membaca Al Quran dalam waktu tertentu. Ayah, Mama, Kak Ilham, dan Kak Haikal yang gantian baca.

Fase 1 – Ramadhan 2020

Jadi kisah ini dimulai saat Ramadhan 2020, inisiatornya Ayah. Target bacaannya 20 halaman per hari, sehingga bisa khataman Al Quran sebelum lebaran.

Bakda sahur, kakak kakak diwajibkan baca 2-4 halaman. Lalu sisanya Ayah yang neruskan sampai selesai 1 juz. Mama kadang ikut kadang nggak, karena ngurusi adek Haidar dan adek Irsyad.

Alhamdulillah persis sebelum takbiran bisa selesai baca seluruh isi Al Quran.

Fase 2 – Reward Based

Habis ramadhan, kupikir eman banget kalau anak-anak ga ngapa-ngapain. Ya kan ini lagi liburan kenaikan kelas, plus ga bisa kemana-mana karena Covid19. Yang ada, anak-anak malah gluntang-gluntung ga jelas, ngegame, liat TV doang.

Akhirnya anak-anak kutantang khatamin Al Quran. Target sesungguhnya sih melancarkan bacaan kakak Haikal. Tapi Ilham juga nganggur, jadi kusuruh sekalian. Melihat kemampuan baca Kakak Haikal, diputuskan targetnya 2-3 bulan khatam Al Quran.

Rewardnya? Untuk Haikal tablet 7inch (sekaligus mengganti tablet yang gak sengaja dirusakkan Mama). Untuk Ilham, HP dengan dana yang bersumber dari hadiah lomba yang dimenangkan Ilham.

Karena tokoh utamanya kakak Haikal, maka membaca Al Qurannya dengan perjanjian sbb:

  1. Kakak Haikal minimal membaca 10 halaman Al Quran.
  2. Kakak Ilham akan membaca minimal 1/3 dari jumlah halaman yang dibaca kakak Haikal
  3. Mama akan membaca minimal separuh dari yang dibaca kakak Haikal.

Luar biasa nih. Sehari bertiga bisa membaca 20 halaman lebih. Rata-rata 24 halaman per hari. Seringnya baca jam 8 habis sarapan dan mandi. Lalu bakda Ashar hingga sebelum jam 5 (Jam 5 jam film kartun nih).

Jadilah, tanggal 30 Juni 2020 persis sudah khatam lagi. Bahahaha, ini bikin Mama dan Ayah pening. Lha momen beli gadget kok barengan sama daftar ulang sekolah. Namun karena sudah kalah janji, akhirnya Kakak Haikal dibelikan juga Samsung Galaxy Tab A8 2019 dan kakak Ilham dibelikan Oppo A52.

Yang lucu nih, kakak-kakak rebutan mbaca surat-surat terakhir di juz 30. Berasa khatamin beneran kan ya. Mama cuma bisa ketawa: “Ya wes, baca aja barengan, jadi keitung yang khatamin kalian berdua

Pelatihan Google Meet, Form, dan Classroom

Selama 2 hari di hari Kamis dan Jumat tanggal 2 dan 3 Juli 2020, Departemen Teknologi Informasi, FTEIC, ITS mengadakan kegiatan Pelatihan Google Meet, Form, dan Classroom secara online.

Pengajarnya dosen-dosen IT ITS dan pesertanya para guru SMA Boyolangu, Tulungagung. Pelatihan ini dilakukan secara online melalui Google Meet. Guru-guru antusias sekali belajarnya.

Mama Henning ikut sebagai salah satu narasumber diantara 3 narasumber yang ada. Lainnya adalah Bu Annisa dan pak Husni.

Topik yang kuajarkan tentang Google Classroom antara lain:

  1. Manajemen kelas di Google Classroom (membuat kelas, mengedit theme, dan menghapus kelas)
  2. Manajemen pengguna (Mengundang guru, menerima undangan sebagai guru, mengundang siswa melalui kode akses, mengundang siswa melalui link, dan menghapus pengguna)
  3. Manajemen Tugas Kelas (Upload materi, upload tugas, upload quiz, reuse post, topic)
  4. Stream / Forum
  5. Manajemen Nilai

Untuk materi Google Form antara lain:

  1. Membuat quiz dengan soal Shuffle
  2. Menambahkan timer di Google Form menggunakan adds on
  3. Manajemen nilai yang didapat di Google Form
  4. Duplikasi form untuk digunakan di kelas lain
  5. Mengkoneksikan Google Form dan Google Classroom

Seru juga sih ngajarnya. Hampir nggak ada kesulitan. Ya ada juga sih kendala teknis macam:

  1. Feedback suara, mbenging karena guru2 duduk berdekatan.
  2. Koneksi putus nyambung. Dari sisi aq sih karena lupa nggak ku Turn off Data Usage Limitation 1 GB / day. Kalau dari sisi peserta, jaringannya dr telkom sempat disconnect selama 2 jam).
  3. Baterei habis. Bahaha, yang ini sih dosennya yang lupa >.< Akhirnya kabel olorannya kutarik sampai deket laptop, dan kucharge itu HP dan laptop.

Kelebihannya:

  1. Ga perlu kemana-mana! Angkrem aja di kamar dah bisa ngajar online.
  2. Persiapan bisa sat set wat wet. Jam 8.30 baru selesai ndulang anak, cus mandi dan dandan dikit, langsung siap ngajar jam 8.55.
  3. Bisa disambi ngawasi anak2 ngaji, main, dan liat youtube. Ya kalau ini sih ada resiko anak2 muncul di background sebagai cameo. Tapi woles, peserta bisa sekalian refreshing sejenak.

Bakal ada lagi kah pelatihan kayak gini?

Iyes sodara. InsyaAllah ntar ada lagi tanggal 10-11 Juli 2020. Kali ini pesertanya bakal lebih masif.

Can’t wait!

Estafet Baca Al Quran

Ceritanya Ramadhan tahun 2020 ini mulai estafet baca Al Quran, targetnya khatam 1x selama Ramadhan. Yang baca giliran Ayah, Mama, Ilham, Haikal. Irsyad dan Haidar pupuk bawang karena blm bisa baca.

Alhamdulillah pas Ramadhan bisa khatam. Sebagian besar yang baca Ayah, karena yang paling cepet bacanya dan yang lain bacanya versi selow.

Kalau dari hitungan, sebetulnya khatam 1x sebulan ga berat. Jadi gini:

  • Al Quran yang besar terdiri atas 604 halaman
  • Butuh baca 604 halaman รท 30 hari = 20 halaman per hari
  • Sehari sholat 5x, artinya 20 halaman รท 5 = 4 halaman tiap habis sholat.
  • Gak berat kan ya? ๐Ÿ™‚

Nah, habit yang baik tu jangan sampai ilang pasca Ramadhan. Eman banget. Makanya di Bulan Syawal Ini kebiasaan itu dilanjutkan.

Ada target sampingan sih: melancarkan Haikal baca Al Quran. Haikal sudah bisa baca tulisan arab, namun panjang pendeknya belum begitu fasih.

Ada target ada insentif. Insentif sudah dideklarasikan di awal, jadi Haikal tambah semangat. Khataman kali ini aktor utamanya Haikal, yang lain suporter.

Project ini baru dimulai Rabu, 10 Juni 2020 bakda Ashar. Sekarang sudah sampai juz 13. Let’s see tanggal berapa bisa khatam lagi. Semangat!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai